Lompat ke isi utama

Berita

Hari Santri 2026, Bawaslu Kabupaten Subang Ajak Masyarakat Teladani Semangat Perjuangan KH Hasyim Asy’ari

Subang - Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus merefleksikan peran masyarakat dalam menjaga demokrasi. Semangat perjuangan KH Hasyim Asy’ari, terutama melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada bangsa perlu diwujudkan melalui tanggung jawab nyata sesuai dengan tantangan zaman.

Perjuangan KH Hasyim Asy’ari menunjukkan eratnya hubungan antara nilai keagamaan dan tanggung jawab kebangsaan. Dalam sejarah Indonesia, ulama dan santri tidak hanya berperan dalam bidang pendidikan dan keagamaan, tetapi juga turut mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Resolusi Jihad yang dicetuskan pada 22 Oktober 1945 menjadi salah satu tonggak penting dalam membangkitkan semangat perjuangan rakyat, khususnya menjelang Pertempuran Surabaya pada November 1945. Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa kecintaan terhadap tanah air tidak berhenti pada keyakinan, tetapi juga diwujudkan melalui keberanian, pengabdian, dan kesediaan mengambil tanggung jawab demi kepentingan bangsa.

Anggota Bawaslu Kabupaten Subang, Imanudin, menilai nilai-nilai perjuangan tersebut tetap relevan dalam kehidupan saat ini, termasuk dalam upaya menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, semangat yang diwariskan para ulama dan santri dapat diteruskan melalui kepedulian masyarakat terhadap proses demokrasi dan keterlibatan aktif dalam mengawalnya.

“Semangat perjuangan para ulama dan santri mengajarkan kita bahwa menjaga bangsa bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang mengambil tanggung jawab pada masa kini. Dalam kehidupan demokrasi, semangat itu dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap proses pemilu, sikap menghormati perbedaan, serta keterlibatan masyarakat dalam mengawal demokrasi yang jujur dan berintegritas,” ujar Imanudin.

Demokrasi yang berkualitas membutuhkan partisipasi masyarakat yang tidak terbatas pada penggunaan hak pilih saat pemilu. Pemahaman terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara, sikap menghormati perbedaan pilihan, serta kepedulian terhadap jalannya proses pemilu merupakan bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Sejalan dengan hal tersebut, Bawaslu Kabupaten Subang terus mendorong pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, termasuk pemilih pemula. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendidikan kepemiluan di SMAN 4 Subang pada 13 Oktober 2026 dan program Bawaslu Ngajar Ka Sakola di SMAN 3 Subang pada 20 Oktober 2026. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diajak memahami pemilu dan demokrasi serta pentingnya partisipasi dalam mengawal proses demokrasi.

Bawaslu Kabupaten Subang juga merencanakan kegiatan pemberian pemahaman kepemiluan kepada penyandang disabilitas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan demokrasi dan mendorong partisipasi masyarakat secara inklusif.

Semangat pengabdian para ulama dan santri juga dapat menjadi inspirasi bagi kalangan pesantren untuk berkontribusi dalam pendidikan demokrasi di tengah masyarakat. Dengan bekal ilmu pengetahuan, nilai moral, dan kepedulian sosial, santri memiliki ruang untuk turut menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta menjaga persatuan di tengah perbedaan.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, Bawaslu Kabupaten Subang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu melalui tindakan nyata sesuai dengan peran masing-masing.

Menjaga demokrasi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Dengan memperkuat kesadaran kepemiluan dan budaya pengawasan partisipatif, nilai-nilai perjuangan para ulama dan santri diharapkan terus hidup dalam upaya mewujudkan demokrasi Indonesia yang bermartabat.

Penulis: G. Eki Pribadi