Rahmat Bagja: Ngabuburit Pengawasan Bukti Bawaslu Tetap Bekerja Jelang Tahapan Pemilu 2029
|
Subang - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja menegaskan kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang digelar Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau menjadi bukti bahwa Bawaslu tetap bekerja dan menjalankan fungsi pengawasan, meskipun tahapan pemilu masih beberapa tahun ke depan.
“Kegiatan ini penting untuk menyatakan kepada publik bahwa kita masih bertugas dan berfungsi mengawasi pelaksanaan Pemilu. Ini bukti bahwa Bawaslu terus bekerja,” kata Bagja saat membuka secara daring agenda Ngabuburit Pengawasan Kepulauan Riau, Jumat (27/2/2026).
Bagja menjelaskan, meskipun Pemilu nasional dijadwalkan berlangsung pada 2029, persiapan pengawasan harus dilakukan sejak dini. Ia menyebut, apabila pemungutan suara dilaksanakan pada Februari 2029, maka tahapan Pemilu akan dimulai sekitar Juli 2027.
“Kalau pemungutan suara Februari 2029, maka tahapan dimulai Juli 2027. Jadi kita mulai mempersiapkan penyelenggaraan dan pengawasan pemilu itu dari sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kelembagaan Bawaslu di seluruh tingkatan menjadi salah satu fokus utama yang terus dijalankan. Program penguatan tersebut dinilai penting sebagai fondasi kesiapan pengawasan pemilu mendatang.
Selain itu, Bagja turut menyinggung dinamika pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu yang berkaitan dengan kelembagaan penyelenggara pemilu. Menurutnya, berbagai kritik yang muncul justru menegaskan urgensi keberadaan Bawaslu dalam sistem demokrasi.
“Sejarah membuktikan keberadaan badan pengawas pemilu yang permanen itu penting dalam menjaga demokrasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu periode 2012–2017 Muhammad Alhamid mengatakan bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi jajaran pengawas pemilu untuk memperkuat integritas dan ketakwaan dalam menjalankan tugas pengawasan demokrasi.
Menurutnya, nilai ketakwaan merupakan fondasi penting bagi pengawas pemilu, karena setiap tugas dan pengabdian tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada publik, tetapi juga kepada Allah SWT.
“Semua aktivitas itu akan dinilai, dan Allah sendiri yang akan menilainya. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga integritas,” jelasnya.
Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu