Lompat ke isi utama

Berita

Rahmat Bagja Ingatkan Ancaman Disinformasi AI Jelang Pemilu 2029

Bawaslu

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam KickOff Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Yogyakarta secara daring, Selasa (24/2/2026).

Subang - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Rahmat Bagja mengingatkan seluruh penyelenggara pemilu untuk mewaspadai kecanggihan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, disinformasi digital berpotensi menjadi tantangan terbesar pada Pemilu 2029 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Bagja dalam KickOff Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Yogyakarta yang digelar secara daring, Selasa (24/2/2026).

“Kita punya masalah besar di era AI antara ada deep fake yang bahasa dan wajah bisa disamakan. Itu sangat bahaya karena aturannya belum ada, pencegahan ini penting kita bahas bersama,” kata Bagja.

Bagja meminta Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota untuk terus membina serta memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan yang selama ini telah terjalin. Menurutnya, tantangan pengawasan di era digital membutuhkan kolaborasi dengan pihak-pihak yang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi dan informasi.

“Alhamdulillah kita terus bekerjasama baik dengan stakeholder untuk mengantisipasi persoalan disinformasi misal dengan Mafindo, NGO lainnya, media platform META, Google, Tiktok sehingga bisa meminimalisir permasalahan yang ada melalui media digital,” jelasnya.

Selain disinformasi, Bagja menilai pemilih pemula juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan pemilu. Pasalnya, generasi tersebut sangat akrab dengan dunia digital sehingga rentan terpapar hoaks dan kampanye hitam. Karena itu, ia menekankan pentingnya upaya cek fakta terhadap setiap konten yang beredar.

“Ramadhan ini jadi bahan introspeksi, berpikir kembali sebagai sebuah bangsa menghadapi ujian yang kita hadapi nanti. Kita berharap saling berpikir untuk Bawaslu menjalankan tugasnya dalam kecanggihan digital yang sudah berkembang,” harap Bagja.

Bagja menegaskan, penguatan kolaborasi dan peningkatan kewaspadaan terhadap perkembangan teknologi menjadi kunci bagi Bawaslu dalam menjaga integritas pemilu di masa mendatang.

Bawaslu

Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu