Masruchah Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Pengawasan dan Politik
|
Subang - Pemerhati hukum pemilu Masruchah mendorong penguatan peran perempuan di ruang-ruang politik, termasuk dalam pengawasan pemilu. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan bertema Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu yang disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu RI, Kamis (12/3/2026).
Masruchah mengapresiasi langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang telah melibatkan perempuan melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P).
"Saya lihat Bawaslu di bidang partisipasi masyarakat sudah banyak kerja sama dengan gerakan sipil. Banyak juga alumni P2P yang inovasinya baik sekali dan tidak apatis politik," jelasnya.
Ia menilai, Bawaslu perlu menjaga keberlanjutan komunitas tersebut agar dapat mentransfer pengetahuan kepemiluan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
"Pola multilevel ini yang harus didorong. Alumni P2P harus bisa kerja dan gerak bersama, strategi mereka juga luar biasa. Sungguh-sungguh ingin melakukan perubahan, ada dan tidak ada pelatihan dari Bawaslu mereka harus terus ada bergerak," ungkap dia.
Lebih lanjut, Masruchah menyampaikan bahwa partisipasi perempuan di ruang politik saat ini telah menunjukkan perkembangan, meskipun belum sepenuhnya terwakili secara optimal. Ia mendorong Bawaslu turut memperkuat keterwakilan perempuan, baik dalam penyelenggara pemilu maupun di ranah eksekutif, yudikatif, dan legislatif.
"Partisipasi perempuan ke depan, jika dikaitkan hak politik, hak asasi, hak konstitusi kita dorong. Teman-teman perempuan di mana pun berada harus berani maju, kalau ingin melakukan perubahan termasuk di penyelenggara pemilu," tegasnya.
Namun demikian, ia menilai masih terdapat ruang-ruang politik yang belum sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada perempuan untuk memimpin. Hal tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh perspektif yang masih terbatas dalam melihat peran perempuan.
"Jika para tokoh perempuan berani dan bisa masuk ke ruang politik, maka bisa menyuarakan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas perempuan di ruang-ruang kepemimpinan," harap Masruchah.
Melalui penguatan partisipasi perempuan, diharapkan kualitas demokrasi dapat semakin inklusif dan mampu merepresentasikan kepentingan seluruh lapisan masyarakat.
Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu