Lompat ke isi utama

Berita

Lolly Suhenty Ajak Jajaran Bawaslu Tingkatkan Pengawasan di 10 Hari Terakhir Ramadan

Bawaslu

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty saat membuka Ngabuburit Khatam Pengawasan dengan tema "Tausyiah Strategi Pencegahan dan Pengawasan Partisipatif" yang digelar Bawaslu Sulawesi Barat secara daring pada Rabu (11/3/2026).

Subang - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum, Lolly Suhenty, mengajak jajaran Bawaslu di daerah untuk meningkatkan pengawasan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Ia mengibaratkan momen tersebut sebagai waktu yang istimewa untuk meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas ibadah.

“Karena ini menjadi puncak kedekatan kita kepada Allah di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Dalam konteks kelembagaan Bawaslu, maka peningkatan ibadah ini dilakukan dengan cara meningkatkan kuantitas dan cara meningkatkan kualitas pengawasan yang kita lakukan,” ujar Lolly saat membuka kegiatan Ngabuburit Khatam Pengawasan bertema “Tausyiah Strategi Pencegahan dan Pengawasan Partisipatif” yang digelar Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat secara daring, Rabu (11/3/2026).

Lolly menekankan bahwa upaya pencegahan dan pengawasan tidak boleh terhenti oleh sekat waktu. Ia mengingatkan agar jajaran pengawas pemilu terus bekerja secara kreatif, atraktif, dan adaptif dalam menjalankan tugas pengawasan.

Ia mencontohkan tantangan keterbatasan anggaran, khususnya dalam mengawal proses Pencocokan Terbatas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (Coktas PDPB). Menurutnya, keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan pengawasan.

“Kreativitas itu akan mampu melampaui batasan-batasan, salah satunya keterbatasan anggaran. Jika anggaran terbatas tetapi kewajiban melekat pada kita, maka lakukanlah uji petik sesuai kapasitas sumber daya yang kita punya,” tegasnya.

Terkait berbagai hambatan yang dihadapi, Lolly juga mengajak jajaran Bawaslu untuk berani berpikir di luar kebiasaan atau out of the box. Ia menilai setiap kesulitan seharusnya mampu melahirkan solusi melalui efisiensi kerja yang tetap terukur.

“Jangan karena memilih cara yang mudah, lalu kerjanya menjadi serampangan. Ukurannya harus tetap jelas agar kita bisa memastikan program tersebut memenuhi target dan sesuai kebutuhan di lapangan,” tambahnya.

Menutup arahannya, Lolly mengajak seluruh jajaran Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat untuk menjadikan momentum sepuluh hari terakhir Ramadan sebagai ruang refleksi diri sekaligus meluruskan niat dalam menjalankan tugas sebagai pengawas pemilu.

“Segala sesuatu tergantung pada niatnya, innamal a'malu binniyat. Dengan niat yang lurus, langkah kita dalam memastikan demokrasi yang sehat akan terasa lebih ringan,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif Bawaslu Sulawesi Barat yang menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan sebagai langkah membangun kesepahaman kolektif. Lolly berharap doa-doa yang dipanjatkan menjelang berbuka puasa dapat memperkuat integritas pengawasan demi menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Bawaslu

Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu