Lompat ke isi utama

Berita

Herwyn: Penguatan SDM Jadi Kunci Efektivitas Pengawasan Pemilu

Bawaslu

Subang - Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda menegaskan bahwa perbaikan regulasi, penguatan sistem, dan pengembangan teknologi tidak akan berjalan maksimal tanpa kesiapan sumber daya manusia yang memadai.

Untuk itu, Herwyn mendorong perubahan paradigma dalam pengembangan SDM pengawas pemilu, dari sekadar pelatihan menuju pembinaan berkelanjutan yang menitikberatkan pada penguasaan kompetensi nyata dan integritas yang utuh.

"Pengawasan pemilu pada akhirnya adalah soal kualitas manusia yang menjalankannya," ujar Herwyn saat menghadiri Rapat Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia di Lingkungan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026).

Dalam arahannya, Herwyn menguraikan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam penguatan kapasitas SDM pengawas pemilu, mulai dari disparitas kualitas antarpengawas, pemahaman regulasi yang belum merata, hingga kemampuan analisis hukum yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

Selain itu, ia menyebut pengawas pemilu di lapangan kerap menghadapi tekanan sosial, potensi konflik kepentingan, serta intervensi politik dari berbagai pihak.

Dari sisi teknis, Herwyn menilai penggunaan Form-A sebagai instrumen pengawasan masih perlu dioptimalkan. Dokumentasi hasil pengawasan juga harus dibuat lebih sistematis, termasuk penguatan tindak lanjut terhadap setiap temuan dugaan pelanggaran.

Sebagai langkah strategis, Bawaslu menyiapkan sejumlah upaya penguatan SDM melalui penerapan standarisasi kompetensi, pengembangan kurikulum berbasis fungsi, serta metode pembelajaran berbasis kasus melalui studi putusan DKPP dan simulasi penanganan perkara secara komprehensif.

Optimalisasi teknologi juga menjadi bagian dari transformasi tersebut, di antaranya melalui pemanfaatan sistem E-learning (LMS) untuk edukasi mandiri, implementasi pengawasan berbasis data, serta penguatan kemampuan cyber monitoring bagi personel pengawas.

Herwyn menekankan bahwa setiap tindakan pengawas di lapangan merupakan cerminan kehadiran negara dalam menjaga kejujuran proses demokrasi.

Ia berharap seluruh upaya tersebut dapat mendorong terciptanya proses pengawasan yang objektif, penanganan pelanggaran yang cepat dan tepat, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap keadilan proses pemilu.

"Yang kita bangun bukan hanya SDM, melainkan juga kepercayaan terhadap demokrasi," ucap Herwyn menutup arahannya.

Bawaslu

Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu