Lompat ke isi utama

Berita

Herwyn: Kolaborasi Kunci Penguatan Demokrasi dan Pengawasan Pemilu

Bawaslu

Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda (tengah) saat diskusi bersama Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPDem) yang digelar di Media Center Bawaslu, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Subang - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Herwyn JH Malonda menegaskan bahwa penguatan demokrasi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja. Hal tersebut disampaikannya dalam diskusi bersama Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPDem) di Media Center Bawaslu, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Menurut Herwyn, Bawaslu perlu bekerja sama dengan berbagai pihak agar pengawasan pemilu mampu menjaga hak politik masyarakat secara lebih luas.

“Kolaborasi ini menjadi pilihan penting bagi Bawaslu, karena kami tidak bisa bekerja sendiri dalam memperkuat demokrasi substansial. Demokrasi pada dasarnya berbicara tentang penyadaran hak politik rakyat dalam memilih pemimpin, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi informasi yang pesat turut memengaruhi dinamika pengawasan pemilu. Karena itu, Bawaslu terus berupaya menjadi lembaga yang responsif dengan mengembangkan sistem digitalisasi pengawasan.

Herwyn menyebut, Bawaslu telah menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung, termasuk pusat pengolahan data dan command center yang dimanfaatkan untuk mengolah informasi serta memprediksi potensi pelanggaran pemilu di berbagai wilayah.

“Data yang kami miliki tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga untuk membaca potensi pelanggaran yang mungkin terjadi di daerah. Dengan begitu, pengawasan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Ia menilai, tantangan penyebaran informasi di era digital semakin kompleks, terutama dalam membedakan informasi benar dan palsu menjelang pemilu. Kondisi tersebut perlu direspons secara cepat agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Selain itu, Herwyn juga menyoroti pelaksanaan tindak lanjut atas rekomendasi Bawaslu yang terkadang belum berjalan optimal. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar rekomendasi tersebut dapat dijalankan secara efektif.

Di sisi internal, Bawaslu terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui pengembangan sistem pembelajaran daring serta penyusunan kurikulum pengembangan SDM pengawasan pemilu.

Herwyn menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media, menjadi bagian penting dalam memastikan informasi kepemiluan yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat.

“Harapannya informasi yang disampaikan kepada publik merupakan informasi yang valid dan telah diverifikasi, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat,” pungkasnya.

Bawaslu

Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu