Sekjen Bawaslu Tekankan Integritas ASN, Awali dari Diri Sendiri
|
Subang - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga integritas yang dimulai dari diri sendiri. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Tahun 2026 di Gedung D Bawaslu, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, Badan Pengawas Pemilihan Umum merupakan lembaga yang berdiri di atas fondasi integritas dan kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa masyarakat menaruh harapan besar agar pemilu dapat berjalan jujur, adil, dan bebas dari pelanggaran.
"Sebelum Saudara mampu mengawasi orang lain, Saudara harus terlebih dahulu mampu mengawasi diri sendiri, menjaga integritas dan etika dalam setiap tindakan," katanya.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan orientasi tersebut diharapkan seluruh peserta dapat memahami nilai, etika, serta tata kelola organisasi secara menyeluruh. Ferdinand menyebut terdapat dua komponen utama dalam orientasi tersebut, yakni pengenalan tugas dan fungsi ASN serta pengenalan nilai dan etika instansi.
"Keenam nilai kelembagaan Bawaslu yakni: mandiri, integritas, transparansi, profesional, akuntabilitas, dan kebersamaan," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu Roy M. Siagian menyampaikan bahwa orientasi PPPK Bawaslu 2026 bertujuan membangun fondasi integritas, profesionalitas, serta pemahaman kelembagaan.
"Orientasi PPPK Bawaslu 2026 bagian dari strategi penguatan SDM, tidak hanya sebagai pemenuhan kewajiban administratif," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap tercipta sumber daya manusia yang berintegritas dan profesional dalam mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu serta menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga.
Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu