Lompat ke isi utama

Berita

Lolly: Pendidikan Pengawas Partisipatif Dorong Masyarakat Menjadi Aktor Aktif Demokrasi

Bawaslu

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty saat melakukan monitoring di Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/7/2026).

Subang - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan pemilu melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Menurutnya, setiap warga negara memiliki andil dalam menjaga kualitas demokrasi melalui keterlibatan aktif dalam pengawasan pemilu.

Hal tersebut disampaikan Lolly saat melakukan kunjungan di Sukabumi, Kamis (2/7/2026).

"Program ini bukan sekadar pelatihan formalitas, melainkan sebuah gerakan kebudayaan membangun ekosistem pemilu yang sehat. Melalui P2P kita ingin menggeser paradigma masyarakat, dari yang tadinya hanya menjadi pemilih pasif atau objek pemilu, kini bertransformasi menjadi aktor aktif yang mengawal jalannya pesta demokrasi," ujarnya.

Selain membahas Pendidikan Pengawas Partisipatif, Lolly juga menekankan pentingnya menjaga kualitas data pemilih sebagai fondasi utama dalam pemenuhan hak pilih warga negara. Menurutnya, data pemilih yang akurat, mutakhir, dan komprehensif merupakan jantung dari kualitas penyelenggaraan pemilu.

"Jika data pemilihnya bermasalah, maka legitimasi proses pemilu kita pun akan dipertanyakan. Oleh karena itu, mari kita laksanakan tugas ini dengan penuh integritas, profesionalitas, dan rasa tanggung jawab yang tinggi," tuturnya.

Lolly mengatakan pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) merupakan investasi Bawaslu untuk mewujudkan pemilu yang lebih bersih, jujur, dan adil pada masa mendatang. Ia juga mengapresiasi Bawaslu Kabupaten Sukabumi yang telah menyampaikan saran perbaikan terkait data pemilih dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Triwulan II kepada KPU Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga akurasi data pemilih sejak masa non-tahapan.

Lolly berharap kunjungannya dapat semakin memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program P2P dan pengawasan PDPB di tingkat kabupaten. Dengan pengawasan yang kuat dan partisipasi masyarakat yang semakin tinggi, ia optimistis kualitas demokrasi di Indonesia akan terus terjaga dan meningkat.

Bawaslu

Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu