Bawaslu Jabar Perkuat SDM Pengawasan, 85 CPNS Resmi Dilantik Jadi PNS
|
Subang - Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat resmi mendapatkan tambahan kekuatan sumber daya manusia pengawasan setelah sebanyak 85 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Bawaslu Jawa Barat diambil sumpah dan dilantik menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Selasa (19/5/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, secara hybrid atau gabungan luring dan daring.
Dari total 85 PNS baru tersebut, sebanyak empat orang ditempatkan di Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Sementara 81 orang lainnya akan memperkuat jajaran sekretariat di masing-masing Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Pengambilan sumpah tersebut merupakan bagian dari pelantikan serentak 1.880 CPNS Bawaslu penempatan seluruh Indonesia. Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Ketua dan Anggota Bawaslu RI, serta perwakilan pimpinan dan kepala maupun koordinator sekretariat Bawaslu se-Pulau Jawa.
Dalam amanatnya, Ferdinand menegaskan perubahan status dari CPNS menjadi PNS membawa tanggung jawab yang lebih besar dalam mendukung penguatan kelembagaan Bawaslu.
Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang baru dilantik untuk meningkatkan kapasitas, dedikasi kerja, serta mengimplementasikan nilai dasar ASN melalui Core Values BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Ferdinand juga menyoroti pentingnya profesionalisme aparatur dalam menghadapi dinamika kepemiluan yang terus berkembang. Menurutnya, pegawai Bawaslu dituntut terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab tantangan pengawasan pemilu ke depan.
“Peningkatan kapasitas dan profesionalisme adalah kunci. Seluruh pegawai didorong untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi diri, serta proaktif berinovasi untuk mendukung kemajuan lembaga,” tegas Ferdinand.
Dengan tambahan 85 PNS baru tersebut, Bawaslu Jawa Barat berharap dukungan administratif dan teknis pengawasan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dapat berjalan lebih optimal, profesional, dan adaptif menghadapi tahapan Pemilu mendatang.
Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu Provinsi Jawa Barat