Bawaslu Jabar Orientasikan 249 PPPK untuk Perkuat Integritas dan Profesionalisme Aparatur
|
Subang - Bawaslu Provinsi Jawa Barat memulai orientasi bagi 249 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dilaksanakan pada 8–29 Juli 2026 sebagai upaya memperkuat integritas, profesionalisme, dan kesiapan aparatur dalam mendukung pengawasan pemilu.
Kegiatan orientasi dilaksanakan secara serentak di Bawaslu Provinsi Jawa Barat dan seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota. Langkah tersebut dilakukan karena kualitas pengawasan pemilu tidak hanya ditentukan oleh regulasi, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zacky M. Zam Zam, menegaskan bahwa perubahan status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) harus diikuti dengan perubahan pola pikir, perilaku, dan tanggung jawab sebagai pelayan publik yang menjaga kepercayaan masyarakat.
“Orientasikan diri sebagai bagian dari abdi negara di Bawaslu. Jaga sikap, perilaku, dan nilai etik karena masyarakat akan melihat saudara sebagai wajah kelembagaan Bawaslu,” ujar Zacky.
Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kesejahteraan aparatur tidak boleh berujung pada perilaku yang merusak integritas, termasuk keterlibatan dalam praktik judi daring maupun tindakan lain yang dapat mengganggu etos kerja.
“Saya tidak ingin pertambahan pendapatan justru disia-siakan dengan tindakan yang tidak etis. Tingkatkan kapasitas, jaga amanah, dan persiapkan diri menghadapi jenjang karier berikutnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Widodo Wuryanto, menyampaikan bahwa kesekretariatan memiliki peran strategis dalam memastikan administrasi, pengelolaan keuangan, sumber daya manusia, aspek hukum, serta layanan kelembagaan berjalan secara tertib sehingga pelaksanaan pengawasan pemilu dapat berlangsung efektif.
“Kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh aturan yang baik, tetapi juga oleh aparatur yang jujur, profesional, dan bertanggung jawab,” kata Widodo.
Orientasi ini diikuti oleh 249 PPPK dan akan berlangsung hingga 29 Juli 2026. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta akan memperoleh materi yang menitikberatkan pada penguatan kompetensi, disiplin, budaya kerja, serta nilai-nilai dasar ASN sebagai bekal menghadapi tahapan kepemiluan mendatang.
Melalui orientasi tersebut, Bawaslu Provinsi Jawa Barat menargetkan lahirnya aparatur yang adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan dukungan kelembagaan yang akuntabel sehingga kepercayaan publik terhadap pengawasan pemilu terus terjaga serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal demokrasi.
Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu Provinsi Jawa Barat