Bawaslu Jabar Ingatkan Ancaman Hoaks dan Politik Identitas pada Harkitnas 2026
|
Subang - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 menjadi momentum refleksi bahwa ancaman terhadap bangsa tidak lagi selalu hadir dalam bentuk fisik. Hoaks, ujaran kebencian, dan politik identitas dinilai mulai memengaruhi cara berpikir generasi muda melalui ruang digital.
Pesan tersebut disampaikan Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat, Nuryamah, saat menjadi pembina upacara Hari Kebangkitan Nasional di Kantor Bawaslu Jawa Barat, Rabu (20/5/2026).
Menurut Nuryamah, tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Rakyat”, harus dimaknai sebagai tanggung jawab bersama dalam menjaga generasi muda dari pengaruh informasi menyesatkan dan provokasi politik yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.
“Tunas bangsa harus dijaga melalui pendidikan karakter, penguatan integritas, penanaman nilai demokrasi, serta keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Nuryamah.
Ia menilai media sosial kini menjadi ruang yang sangat memengaruhi cara masyarakat memahami politik dan demokrasi. Informasi yang tidak terverifikasi, menurutnya, dapat membentuk kebencian sekaligus menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap demokrasi.
Dalam amanatnya, Nuryamah juga menyoroti rendahnya literasi demokrasi yang membuat masyarakat rentan terpengaruh provokasi berbasis identitas. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius karena penyebaran informasi provokatif sering kali lebih cepat dibandingkan edukasi berbasis fakta.
“Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, politik identitas, dan rendahnya literasi demokrasi menjadi ancaman nyata yang harus kita hadapi bersama,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Jawa Barat akan memperkuat program pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kedaulatan rakyat sekaligus memperkuat persatuan bangsa di ruang digital.
Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu Provinsi Jawa Barat