Bawaslu Dorong Kolaborasi Perempuan, Wujudkan Pemilu Ramah dan Berkeadilan
|
Subang - Tenaga Ahli Bawaslu RI Apriyanti Marwah menjelaskan komitmen Bawaslu dalam mewujudkan pemilu yang aman, adil, dan ramah bagi perempuan. Hal tersebut disampaikannya dalam audiensi bersama Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PKC PMII Jawa Barat di Ruang Rapat Bawaslu, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, Badan Pengawas Pemilihan Umum dapat mewujudkan hal tersebut melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya KOPRI PMII. Ia menilai masa non-tahapan pemilu menjadi momentum strategis untuk melakukan pencegahan pelanggaran dengan melibatkan perempuan dalam organisasi sipil.
"Kami senang Bawaslu bisa menjadi rumah yang aman untuk berkolaborasi mewujudkan pemilu yang aman dan adil. Ini langkah menarik dan bisa diserentakkan kerja samanya," jelas Apriyanti.
Pada kesempatan yang sama, Tenaga Bawaslu Iji Jaelani menyampaikan bahwa Bawaslu telah memastikan keterwakilan minimal 30 persen perempuan dalam syarat rekrutmen pengawas pemilu. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret dalam mendorong keterlibatan perempuan dalam proses pengawasan.
"Selain itu, mitigasi dalam memetakan isu masalah di berbagai wilayah kami lakukan. Ini langkah yang bisa diselaraskan dengan KOPRI PMII juga ya," ungkap Iji.
Ia berharap kolaborasi antara Bawaslu dan KOPRI PMII dapat memberikan dampak yang lebih luas, khususnya dalam mendorong partisipasi perempuan di berbagai elemen masyarakat untuk aktif terlibat dalam pengawasan pemilu.
Melalui sinergi tersebut, diharapkan pengawasan pemilu tidak hanya berjalan secara kelembagaan, tetapi juga didukung oleh partisipasi masyarakat, termasuk perempuan, dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu