Bawaslu Apresiasi Thinkleaders, Dorong Anak Muda Perkuat Partisipasi Demokrasi
|
Subang - Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu, Yusti Erlina, mengapresiasi inisiatif Thinkleaders dalam membangun semangat generasi muda untuk berpartisipasi menjaga demokrasi. Menurutnya, masa non-tahapan pemilu merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat pendidikan demokrasi dan mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya kalangan muda.
Hal tersebut disampaikan Yusti saat menerima audiensi Thinkleaders di Kantor Bawaslu, Jakarta, Senin (13/7/2026).
"Kami mengapresiasi ini sebagai sebuah benih. Harapan kami, banyak kelompok sipil dari kalangan muda yang bisa merespons kerja-kerja Bawaslu," ujar Yusti.
Menurutnya, masih banyak generasi muda yang bersikap apatis akibat kekecewaan terhadap proses demokrasi yang pernah berlangsung. Karena itu, diperlukan lebih banyak anak muda yang memiliki kepedulian untuk mengajak masyarakat memahami bahwa menjaga demokrasi merupakan tanggung jawab bersama.
Yusti juga menekankan pentingnya setiap program yang dijalankan komunitas kepemudaan memiliki dampak nyata bagi peningkatan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, berbagai inisiatif yang dilakukan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong tumbuhnya kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
"Saya rasa harus ada dampak dan output dari setiap langkah atau program yang dilakukan oleh Thinkleaders. Ini dilakukan demi mengurangi rasa apatis dari publik, terutama kalangan anak muda," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Bawaslu, Apriyanti Marwah, mengatakan Bawaslu ingin membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam memperkuat demokrasi. Menurutnya, organisasi kepemudaan seperti Thinkleaders dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengembangkan pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029.
Apriyanti juga mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan edukasi kepemiluan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga integritas pemilu.
"Gen Z dalam proses demokrasi harus bisa menjadikan ini sebagai forum kalian. Teman-teman adalah masyarakat yang aktif di media sosial, gunakan itu untuk menyuarakan agar menjelang pemilu semua pihak bergerak maju," katanya.
Melalui audiensi tersebut, Bawaslu berharap semakin banyak komunitas dan organisasi kepemudaan yang terlibat dalam pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif, serta upaya membangun budaya politik yang lebih inklusif, kritis, dan berintegritas menjelang tahapan Pemilu 2029.
Penulis: G. Eki Pribadi
Foto: Bawaslu