Bangun Komunikasi Efektif, Bawaslu Kabupaten Subang Dorong Penguatan Kolaborasi di Lingkungan Kerja
|
Subang - "Komunikasi yang efektif bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi memastikan pesan dipahami dan ditindaklanjuti sesuai tujuan yang ingin dicapai." Demikian disampaikan Kasubag Administrasi Bawaslu Kabupaten Subang, Fatihah Firdausi, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diskusi Pojok Pengawasan bertema "Membangun Pola Komunikasi Efektif di Lingkungan Bawaslu Kabupaten Subang" yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (29/7/2026). Materi diskusi menekankan bahwa komunikasi efektif terjadi ketika pesan yang disampaikan komunikator diterima, dipahami, dan memperoleh umpan balik yang sesuai dari komunikan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Subang tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan dan kesekretariatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam membangun komunikasi yang mampu mendukung koordinasi dan pelaksanaan tugas kelembagaan.
Dalam pemaparannya, Fatihah menjelaskan bahwa komunikasi merupakan proses yang melibatkan tiga unsur utama, yakni komunikator, pesan atau informasi, dan komunikan. Ketiga unsur tersebut harus berjalan secara selaras agar tujuan komunikasi dapat tercapai secara optimal.
Selain menjelaskan konsep dasar komunikasi, Fatihah juga menguraikan bahwa komunikasi di lingkungan organisasi tidak hanya dilakukan secara verbal melalui percakapan maupun dokumen tertulis, tetapi juga melalui komunikasi nonverbal seperti ekspresi wajah, bahasa tubuh, intonasi suara, hingga jarak fisik. Menurutnya, aspek nonverbal memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung terciptanya komunikasi yang efektif.
Ia menambahkan, komunikasi yang efektif menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan organisasi. Melalui komunikasi yang baik, pimpinan dapat menyampaikan visi, misi, tujuan organisasi, serta instruksi kerja secara konsisten sehingga mampu dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh pegawai sesuai arah kebijakan yang telah ditetapkan.
"Komunikasi yang baik bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga tentang mendengarkan secara aktif, memahami sudut pandang orang lain, dan memastikan informasi yang disampaikan memiliki makna yang sama bagi semua pihak. Dengan komunikasi yang efektif, koordinasi menjadi lebih mudah, potensi kesalahan dapat diminimalkan, dan tujuan organisasi lebih cepat tercapai," ujar Fatihah.
Lebih lanjut, Fatihah menjelaskan bahwa komunikasi yang efektif memberikan dampak positif terhadap produktivitas organisasi. Di antaranya meningkatkan koordinasi antarpegawai, mengurangi kesalahan dan kebingungan dalam pelaksanaan tugas, serta mendorong motivasi dan peningkatan kinerja pegawai.
Diskusi berlangsung interaktif dengan diwarnai sesi tanya jawab mengenai berbagai tantangan komunikasi yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di lingkungan Bawaslu Kabupaten Subang.
Melalui kegiatan Pojok Pengawasan, Bawaslu Kabupaten Subang terus mendorong terciptanya budaya kerja yang kolaboratif, terbuka, dan profesional. Penguatan komunikasi internal diharapkan menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas koordinasi, pelayanan, serta pelaksanaan tugas pengawasan kepemiluan di lingkungan Bawaslu Kabupaten Subang. Sejalan dengan materi yang disampaikan, komunikasi yang terarah, terbuka, dan terstruktur menjadi landasan penting dalam membangun tim kerja yang efektif serta mampu beradaptasi dengan dinamika organisasi.
Penulis: G. Eki Pribadi